BERMAIN TALI
Suatu sore yang agak terlalu tenang untuk ukuran desa, Tika dan temannya sedang bermain lompat tali di bawah pohon mangga yang buahnya lebih sering jatuh sendiri daripada dipetik.
“Pegang yang kuat ya!” kata Tika.
Suatu sore yang agak terlalu tenang untuk ukuran desa, Tika dan temannya sedang bermain lompat tali di bawah pohon mangga yang buahnya lebih sering jatuh sendiri daripada dipetik.
“Pegang yang kuat ya!” kata Tika.
Di sebuah galaksi jauh, terdapat sebuah planet unik bernama Planet Sigma-7. Planet itu terkenal sangat maju dalam ilmu matematika. Bahkan, jalan raya berbentuk grafik fungsi, jam dinding memakai persamaan kuadrat, dan anak-anak kecil bermain lempar bola sambil menyebut tabel trigonometri.
Namun di balik kemajuan itu, ada satu aturan paling aneh sekaligus paling ditakuti oleh seluruh penduduk:
“DILARANG MEMBAGI DENGAN NOL.”
Aturan itu dibuat langsung oleh Raja Integral XII, penguasa Planet Sigma-7 yang terkenal sangat tegas. Di setiap sudut kota terpampang papan peringatan:
“Pembagian dengan nol dapat merusak keseimbangan alam semesta.”
| Jangan sekali-kali membagi sesuatu dengan NOL. Jangan ya dek ya! |
AN AFTERNOON ☕COFFEE UNDER THE MANGO TREEπ³
One calm afternoon, Lisha saw John passing by in front of her house. She was sitting on the terrace under the big mango tree. Lisha smiled and called him, “Hey, John, would you like to have some coffee with me on the terrace?” John smiled back and replied, “Sure, I’d love to.”
A few minutes later, they were sitting together under the mango tree, enjoying the warm coffee and the cool afternoon breeze.
Tengah malam yang seharusnya tenang, Pak Kentong tiba-tiba terbangun dengan mata membelalak, selimut terlempar setengah meter, dan jantung berdegup seperti alarm yang lupa dimatikan. Tempat tidurnya terasa berguncang pelan, cukup untuk membuat beliau langsung duduk tegak sambil berbisik dramatis, “Waduh… gempa!” Sebagai warga yang panik tapi tetap modern, hal pertama yang beliau lakukan tentu bukan keluar rumah, melainkan meraih ponsel dan langsung mengetik di mesin pencari: cara menghitung skala gempa. Dalam hitungan menit, Pak Kentong sudah sibuk dengan angka-angka, amplitudo gelombang, dan perhitungan logaritma, seolah-olah baru saja diangkat menjadi ahli seismologi dadakan. “Kalau amplitudonya naik sepuluh kali lipat, berarti skalanya naik satu tingkat…” gumamnya puas, sambil merasa sedikit terlalu ilmiah untuk seseorang yang baru bangun tidur.
| Bukan! Ini bukan kejadian yang sebenarnya. |
Di sekitar kita tuh sebenarnya nggak pernah benar-benar sepi. Ada suara kendaraan, orang ngobrol, musik dari speaker, sampai suara proyek yang kadang bikin kuping “capek”. Kalau suara-suara itu terlalu keras dan terjadi terus-menerus, itu yang disebut pencemaran suara. Nggak cuma bikin nggak nyaman, tapi juga bisa ganggu fokus, bikin susah tidur, bahkan lama-lama bisa merusak pendengaran.
| salah satu polusi yang terjadi di sekitar bandara adalah polusi suara |
One early morning, Aka and his wife, Zee, started their first hiking trip together to Mount Bismo. The trail was quite challenging, with steep paths and cold mountain air. Aka walked in front, occasionally looking back to check on Zee.
At first, Aka felt a little worried. He did not expect Zee to handle such a tough hike. But as time went by, Zee kept walking steadily. She did not complain, and she stayed strong throughout the journey.
When they finally reached the top of Mount Bismo, Aka looked at Zee with admiration and said, “You did an amazing job. I’m really proud of you.” Zee smiled, a little tired but very happy. “Thank you. I didn’t think I could do it either,” she replied.
Dulu, di masa ketika orang-orang belum punya Google Maps, belum ada GPS, bahkan belum bisa ngecek “jarak rumah ke sekolah berapa km”, ada seorang ilmuwan Muslim bernama Al-Biruni yang punya ide cukup “nekat”:
“Gimana kalau kita hitung keliling Bumi?” π€
Bukan cuma mikir, beliau benar-benar mencoba menghitungnya. Padahal saat itu, tidak ada satelit, tidak ada drone, bahkan kalkulator pun belum lahir. Yang ada cuma… otak encer, pengamatan tajam, dan sedikit keberanian untuk ngikutin kata otak π