BERMAIN TALI
Suatu sore yang agak terlalu tenang untuk ukuran desa, Tika dan temannya sedang bermain lompat tali di bawah pohon mangga yang buahnya lebih sering jatuh sendiri daripada dipetik.
“Pegang yang kuat ya!” kata Tika.
“Eh… ini kayak pernah lihat deh…”
“Lihat apa?” tanya temannya, masih sibuk bikin tali bergelombang kayak ular yang habis minum kopi.
“AHA!”
Temannya kaget, hampir tersandung tali sendiri.
“Ini… ini kayak grafik matematika!”
Jekrek.
Tika mulai panik kecil.
“Jangan-jangan… kita nggak lagi di dunia nyata.”
Perlahan, pola itu membentuk gelombang yang sangat familiar.
Tika diam.
Mereka saling pandang.
“Berarti… sudut yang berbeda… bisa punya nilai yang sama?”
Tika: “…pohon mangga bisa ngomong?”
Temannya: “Aku lebih khawatir kenapa dia ngerti trigonometri.”
SUDUT BERELASI
A. Pengertian Sudut Berelasi
Sudut berelasi adalah sudut-sudut yang memiliki hubungan tertentu sehingga nilai fungsi trigonometrinya bisa ditentukan dari sudut lain yang sudah diketahui (biasanya sudut istimewa seperti 0°, 30°, 45°, 60°, 90°).
Intinya: kita “menghubungkan” sudut yang sulit ke sudut yang lebih mudah.
B. Konsep Dasar
Dalam lingkaran satuan, setiap sudut punya posisi tertentu (kuadran), dan tanda (positif/negatif) dari sin, cos, dan tan bergantung pada kuadrannya.
Kuadran I (0° – 90°)
Semua positif: sin +, cos +, tan +
Kuadran II (90° – 180°)
Sin +, cos –, tan –
Kuadran III (180° – 270°)
Sin –, cos –, tan +
Kuadran IV (270° – 360°)
Sin –, cos +, tan –
Tips cepat: “Semua → Sin → Tan → Cos” (dari kuadran I ke IV)
C. Jenis-Jenis Sudut Berelasi
-
Sudut (90° – θ)
sin(90° – θ) = cos θ
cos(90° – θ) = sin θ
tan(90° – θ) = cot θ
Contoh:
sin 60° = cos 30°
-
Sudut (90° + θ)
sin(90° + θ) = cos θ
cos(90° + θ) = –sin θ
tan(90° + θ) = –cot θ
Contoh:
cos 120° = –sin 30° = –1/2
-
Sudut (180° – θ)
sin(180° – θ) = sin θ
cos(180° – θ) = –cos θ
tan(180° – θ) = –tan θ
Contoh:
sin 150° = sin 30° = 1/2
-
Sudut (180° + θ)
sin(180° + θ) = –sin θ
cos(180° + θ) = –cos θ
tan(180° + θ) = tan θ
Contoh:
tan 210° = tan 30° = 1/√3
-
Sudut (360° – θ)
sin(360° – θ) = –sin θ
cos(360° – θ) = cos θ
tan(360° – θ) = –tan θ
Contoh:
cos 330° = cos 30° = √3/2
D. Langkah Cepat Menentukan Nilai
- Ubah sudut ke bentuk tambah/kurangi sudut dibawah 90°
- Tentukan kuadrannya
- Tentukan tanda (+ atau –)
- Gunakan nilai sudut istimewa
E. Contoh Soal
-
Tentukan nilai sin 150°
150° = 180° – 30°
sin 150° = sin 30° = 1/2
-
Tentukan nilai cos 210°
210° = 180° + 30°
cos 210° = –cos 30° = –√3/2
-
Tentukan nilai tan 340° jika tan 20° adalah p
340° = 360° – 20°
tan 340° = –tan 20° = –p
F. Ringkasan Super Cepat
Sudutnya diubah → lihat bentuknya → tentukan tanda → ambil nilainya
Melalui grafik fungsi y = sin x di atas, kita dapat melihat bahwa nilai sin 150° sama dengan sin 30°, dan sin 300° berbalik nilai dengan sin 60°.
Setelah membantu Tika memahami pola gelombang pada tali, akhirnya pohon mangga itu berhenti berbicara… walaupun sesekali masih bergoyang ketika mendengar dangdutan dari hajatan tetangga.
Kini Tika mulai menyadari bahwa sudut-sudut dalam trigonometri ternyata tidak berdiri sendiri. Ada sudut yang berbeda posisi, tetapi memiliki hubungan nilai yang sangat erat. Dengan memahami pola pada grafik sinus dan aturan sudut berelasi, menentukan nilai trigonometri tidak lagi terasa seperti menebak kode WiFi tetangga.
Nah, supaya kemampuanmu membaca pola dan menentukan nilai sudut semakin kuat, sekarang saatnya mencoba beberapa latihan soal. Siapkan logika, ketelitian, dan kalau perlu… pastikan pohon mangga di sekitarmu tidak ikut memberi soal tambahan 😄
LATIHAN SOAL
1. Jika Sin 10° = a dan sin 80° = b, tentukan:
a. Sin 100°
b. Cos 10°
c. Cos 170°
d. Sin 280°
e. Cos 350°
f. Sin 190°
g. Tan 10°
2. Satu dulu cukup kah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar